Selamat

Selasa, 5 Juli 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

24 Juni 2022

09:59 WIB

Akhir Pekan, IHSG Berpotensi Bergerak Menguat

IHSG hari ini diperkirakan menguat. Berikut pilihan saham analis yang bisa dicermati investor

Penulis: Fitriana Monica Sari,

Editor: Fin Harini

Akhir Pekan, IHSG Berpotensi Bergerak Menguat
Pekerja membersihkan papan digital perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (24/6) dibuka menguat 24,27 poin atau 0,35% ke posisi 7.022,54. 

Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 5,01 poin atau 0,49% ke posisi 1.018,23. 

IHSG pada hari ini diperkirakan akan bergerak menguat, mengikuti sentimen positif global dan regional. 

"Seiring dengan sentimen positif global dan regional, kami perkirakan IHSG bergerak menguat hari ini," tulis Tim Riset Samuel Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Jumat (24/6).   

Sentimen juga datang dari domestik, yakni kebijakan Bank Indonesia tetap mempertahankan suku bunga 7DRR sebesar 3,5%. 

Pagi ini, pasar regional dibuka menguat. Nikkei menguat 0,22% dan Kospi menguat 0,55%. Sementara, pasar saham AS pada perdagangan Kamis (23/6) kemarin, ditutup menguat. Dow Jones menguat 0,64%, S&P500 naik 0,95%, dan Nasdaq meningkat 1,62% setelah Jerome Powell menegaskan kembali bahwa bank sentral berkomitmen untuk menurunkan inflasi. 

Data initial jobless claim turun menjadi 229 ribu dari sebelumnya 231 ribu. Yield UST tenor 10 tahun turun ke level 3,07% dan USD Index juga naik ke level 104,43. 

Pasar komoditas bergerak mixed. CPO menguat 3,3% ke MYR 4.750/ton, batu bara naik 1,3% di level US$397/ton, minyak meningkat 0,2% ke level US$104/bbl, sementara tembaga melemah 4,4% ke level US$376/ton, emas turun 0,8% ke level US$1.825/toz. 

IHSG ditutup menguat 0,2% pada perdagangan Kamis (23/6) ke level 6.998. Total keseluruhan net foreign sell sebesar Rp1,7 triliun. Net sell asing di pasar regular sebesar Rp310 miliar dan net sell di pasar negosiasi sebesar Rp1,39 triliun. 

Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBRI sebesar Rp163,8 miliar. Kemudian diikuti TLKM R54,9 miliar dan BMRI Rp54,7 miliar. 

Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh HRUM sebesar Rp50,1 miliar. Selanjutnya disusul ADMR Rp31,9 miliar dan KLBF Rp31,3 miliar. Indeks EIDO semalam ditutup menguat 0,7%. 

Terkait perkembangan covid-19 di Indonesia, terjadi penambahan 1.907 kasus baru covid-19 di Indonesia pada Kamis (23/6) kemarin, dengan daily positive rate 3,93%. Saat ini, recovery rate 97,2% dan kasus aktif 12.148 pada hari yang sama. 

Senada, Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia, Dennies Christoper mengatakan, kepada Validnews di Jakarta, Jumat (24/6), IHSG hari ini diprediksi menguat. 

"Secara teknikal, candlestick membentuk hanging man dengan stochastic membentuk goldencross mengindikasikan potensi penguatan," kata Dennies. 

Menurutnya, penguatan didukung optimisme pertumbuhan ekonomi setelah Bank Indonesia menetapkan suku bunga tetap rendah. Namun diperkirakan, penguatan hanya bersifat sementara dikarenakan pergerakan masih dibayangi inflasi global. 

Ia juga memprediksi indeks akan bergerak dengan level resistance 7.032 hingga 7.066 dan level support di antara 6.886 hingga 6.942.  

Rekomendasi Saham
Dennies menyarankan investor untuk mencermati beberapa saham pada perdagangan hari ini. Pertama, PT Pakuwon Jati Tbk atau PWON. Candlestick membentuk hanging man dengan stochastic membentuk goldencross mengindikasikan potensi penguatan. 

"Jika tertarik membeli, Dennies menyarankan investor masuk saham PWON di harga Rp490 hingga Rp500, stop loss di Rp484. Target harganya dipatok di Rp520 hingga Rp530," jelas Dennies.   

Kemudian, saham berikutnya adalah PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk atau MIKA mengalami koreksi, namun masih bertahan diatas level support.  

Jika tertarik membeli, Dennies menyarankan agar investor dapat masuk saham MIKA di harga Rp2.800 hingga Rp2.850, stop loss di Rp2.770. Target harganya dipatok di Rp2.950 hingga Rp3.000.   

Terakhir adalah PT Telkom Indonesia Tbk atau TLKM. Candlestick membentuk hanging man dengan stochastic membentuk goldencross mengindikasikan potensi penguatan. 

"Jika investor berminat mengoleksi saham TLKM, investor bisa masuk pada harga Rp4.120 hingga Rp4.180 dan stop loss di Rp4.090. Target harganya dipatok di Rp4.260 hingga Rp4.320," tutupnya.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER

DKI Larang Pedagang Jual Hewan Kurban Di Trotoar

Huawei Rilis Varian Nova 10 Series

Menteri Basuki Ingatkan Aspek Konstruksi Proyek Tol Semarang-Demak

Presiden Ingatkan Rakyat Awasi Kinerja Polri

BKKBN Fokus Tekan Angka Stunting Indonesia Dengan Kolaborasi

MA Rekrut Hakim Ad Hoc Tipikor

Emas Antam Mentok Di Level Rp989.000/gram

Jam Malam Anak Efektif Di Yogyakarta