Selamat

Senin, 23 Mei 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

13 Mei 2022

21:00 WIB

Air PDAM Kini Bisa Dinikmati Warga Cipala

Pemenuhan kebutuhan air bersih melalui PDAM di Lingkungan Cipala ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah dan dunia industri.

Penulis: Anggit Gunadi,

Editor: Fin Harini

Air PDAM Kini Bisa Dinikmati Warga Cipala
Ilustrasi air bersih. ANTARAFOTO/Dok

CILEGON - Pemerintah Kota Cilegon meresmikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Lingkungan Cipala, Kelurahan Lebakgede, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, pada Jumat (13/05/22).

Wali Kota Cilegon, Helldy Agustian menyampaikan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. "Saya sampaikan, mengenai air bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar yang memang harus dipenuhi, dikarenakan kebutuhan tubuh manusia 70% adalah air," tuturnya.

Lebih lanjut, Helldy mengatakan bahwa Pemerintah Kota Cilegon akan berkolaborasi dengan industri di Kota Cilegon untuk bersinergi merealisasikan persediaan pasokan air bersih. Diharapkan, lewat sinergi antara pemerintah dengan industri, pekerjaan rumah soal air bersih bisa diselesaikan.

"Persediaan air bersih hanya ada dari jam 8 pagi hingga maksimal jam 5 sore, hal ini dikarenakan kapasitas dorongan air bersih dari bawah sampai ke atas kurang lebih memakan waktu 12 jam," sambung Helldy.

Di akhir sambutannya, Helldy meminta masyarakat lingkungan Cipala untuk menjaga instalasi air bersih. "Harapan kami dalam rangka peresmian ini bisa menjadi tolak ukur bagi Pemkot Cilegon dan tolak ukur masyarakat, dan saya minta instalasi air bersih yang sudah diresmikan tolong dijaga, jangan sampai rusak," tutupnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Perumda Cilegon Mandiri, Taufikurrohman mengatakan bahwa tim pengadaan air bersih telah bekerjasama dengan Indonesia Power dan KTI untuk menangani air bersih di lingkungan Cipala. "Saya mewakili tim, ditunjuk dan diperintahkan untuk menangani air bersih di Cipala, kemudian bekerjasama dengan Indonesia Power dan KTI agar air bersih di Cipala bisa mengalir," ungkapnya.

Berkaitan dengan penyediaan air bersih, lanjutnya, Perumda Cilegon Mandiri sudah menyediakan kuota 260 liter air bersih. Per Jumat (13/5), kuota tersebut telah habis. “Harapannya kami dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang kekurangan air bersih di lingkungan Cipala, artinya  kedepannya kami akan memikirkan untuk bagaimana kita bisa menyediakan air bersih agar dapat terpenuhi sesuai kebutuhan," sambung Taufik.

Sementara itu, Deputi GM Umum PT. Indonesia Power Suralaya menegaskan bahwa Peresmian Instalasi Air Bersih di lingkungan Cipala merupakan sinergitas antara Industri dengan Pemerintah Kota Cilegon. "Terima kasih dan salam sejahtera untuk warga lingkungan Cipala, terkait dengan persediaan pasokan air bersih di lingkungan Cipala yang kami lakukan hari ini merupakan salah satu bentuk sinergi antara Industri dengan Pemerintah Kota Cilegon," tegasnya.

Selain itu, Tokoh Masyarakat, Hartubi mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Wali Kota Cilegon. "Selamat datang kami ucapkan kepada Bapak Wali Kota Cilegon berserta Jajarannya, selamat datang di Lingkungan Cipala, merupakan suatu kebanggan bagi kami kedatangan Wali Kota Cilegon dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas persediaan air bersih di lingkungan Cipala," katanya.

The Global Competitivenes Report yang merupakan studi yang dikeluarkan oleh World Economic Forum menempatkan Indonesia berada di peringkat 72 pada kategori Daya Saing Infrastruktur Indonesia, diukur dari 2 Indikator yaitu Transport Infrastructure dan Utility Infrastructure. Sedangkan untuk kategori Reliability of Water Supply, Indonesia berada di urutan 74.

Berdasarkan RPJMN 2020-2024, kebutuhan belanja infrastruktur sebesar Rp6.445 triliun. Namun, kemampuan APBN hanya sebesar Rp2.385 triliun, sehingga terdapat gap sebesar Rp4.060 Triliun atau 63%. Sedangkan Realisasi Penanaman Modal di tahun 2014 sampai triwulan ke dua tahun 2020 sebesar 19,8%.

Terkait infrastruktur sumber daya air, Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Eko D Heripoerwanto, Selasa (20/10/2020) menyebutkan ketersediaan air baku nasional hanya bisa menutupi 30% dari total kebutuhan air baku nasional. Karena itu, eksploitasi air tanah yang masih akan berdampak ektraksi air tanah dalam skala besar juga akan berdampak penurunan air tanah yang cukup signifikan.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER