Selamat

Senin, 23 Mei 2022

EKONOMI | Validnews.id

EKONOMI

14 Mei 2022

08:11 WIB

Ada 75 Pabrikan Lokal Masuk Dalam E-Katalog Hulu Migas

SKK Migas menargetkan angka Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di tahun ini sebesar 58%.

Editor: Rikando Somba

Ada 75 Pabrikan Lokal Masuk Dalam E-Katalog Hulu Migas
Ilustrasi pekerjaan di industri hulu migas yang dilakukan pekerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan angka Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di tahun ini sebesar 58%. Dalam upaya itu, kini, dalam katalog barang dan jasa di hulu migas, ada 75 pabrikan lokal yang telah masuk. 

Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas Erwin Suryadi di Jakarta, Jumat (13/5), mengatakan masuknya 75 pabrikan lokal itu, dapat digunakan sebagai referensi bagi fungsi operasi dan perencanaan data mengevaluasi work program & budget.

"Saat ini ada delapan komoditas produk pabrikan, di antaranya rotating (genset, turbin, pipa), chemical, hingga drilling sub service (aksesoris peralatan bor)," kata Erwin.

Erwin mengungkapkan katalog barang dan jasa sektor hulu migas akan mendukung keberhasilan pemerintah dalam kampanye tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) pada kegiatan hulu migas. Sementara katalog barang dan jasa itu menyediakan data kemampuan pabrikan penyediaan barang dan jasa di dalam negeri sampai biaya per satuan unit yang bisa digunakan sebagai acuan pengadaan oleh kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).

Saat ini, SKK Migas juga melakukan pembinaan terhadap pabrikan lokal agar bisa menghasilkan produk berkualitas dan diminati oleh KKKS.

"Jadi, begitu pembinaannya berjalan di daftar katalog nanti akan lebih banyak," ujar Erwin.

Alat Kesehatan
Terkait kandungan lokal dan penggunaannya di berbagai sektor industri, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mengharapkan Gabungan Perusahaan Alat-Alat Kesehatan dan Laboratorium (Gakeslab) setempat dapat mengoptimalkan pengadaan alat kesehatan dan laboratorium produksi dalam negeri.

Pemprov Papua berniat menjalankan kebijakan presiden untuk memprioritaskan penggunaan produksi alat-alat kesehatan dalam negeri.

Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Setda Provinsi Papua Muhammad Musa’ad di Jayapura, Kamis mengatakan pihaknya juga mendorong agar Gakeslab menginformasikan pula perkembangan peralatan kesehatan dan laboratorium setiap saat. Sebaliknya,  untuk perusahaan yang tidak melakukan pengadaan dengan baik, Pemprov Papua menekankan perlunya sanksi.

"Untuk itu jika ada perusahaan anggota Gakeslab yang tidak beres dalam penyediaan alat kesehatan harus ditindak tegas serta sanksi dari pengurus, baik dari provinsi hingga pusat," ujarnya dikutip dari Antara.

Di saat sama, dia berharap pengurus Gakeslab yang baru dapat meningkatkan komunikasi dengan kepala daerah di 29 kabupaten/kota di Papua serta menghadirkan e-katalog lokal.

Sekadar diketahui Gakeslab Papua menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) III. Dari agenda ini,  Denny Bonai terpilihi menjadi ketua di periode 2022-2026.

 

 




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER